Kusen Allumunium

I. Kelebihan dan kekurangan kusen allumunium

A. Kusen Allumunium

Kusen allumunium adalah bahan kusen bangunan yang terbuat dari bahan logam memiliki sifat yang berbeda dengan kusen kayu. Kusen logam tidak akan melapuk bila sering terkena air atau kena serangan rayap. Namun kekurangannya, kusen logam ini kurang indah secara tampilan. Kusen logam dapat terbuat dari alumunium, baja, atau baja anti-karat. Untuk memperindah tampilannya, warna alami logam dapat ditutup dengan lapisan cat khusus yang dapat mencegah korosi.

B. Bagian Bagian Kusen

Kusen terdiri atas bagian-bagian tertentu, antara lain:

  1. Tiang (style).
  2. Ambang (dorpel). Pada kusen jendela terdapat ambang atas dan ambang bawah, sedangkan pada pintu tidak ada ambang bawah.
  3. Sponneng, yaitu tempat melekatkan daun pintu atau daun jendela.
  4. Telinga, yaitu bagian ambang (dorpel) yang masuk atau ditanam di dalam tembok. Bagian ini berfungsi untuk menahan gerakan kusen ke depan atau belakang.
  5. Alur kapur, yaitu bagian dari tiang (style) yang diberi celah yang berfungsi untuk menahan gerakan kusen ke depan atau belakang. Selain itu bagian ini juga berfungsi supaya jika terjadi penyusutan, kusen tidak jadi bercelah.
  6. Angkur, yaitu bagian yang dipasang pada tiang (style). Bagian ini berfungsi untuk memperkuat melekatnya kusen pada tembok, serta untuk menahan gerakan daun pintu atau jendela.
  7. Duk (neut), yaitu bagian yang dipasang pada tiang (style) di bagian bawah. Khusus untuk duk kusen pintu, fungsinya adalah untuk menahan gerakan tiang ke segala arah, dan untuk melindung tiang kayu terhadap resapan air dari lantai ke atas.

C. Kelebihan dan kekurangan kusen Allumunium

a. Kelebihan:

  1. Tahan keropos, tidak dimungkinkan untuk dimakan rayap.
  2. Bahan aluminium yang lebih tahan lama, anti rayap,dan tidak menyusut seperti kayu, tidak akan mengalami penyusutan dan perubahan bentuk / melengkung akibat perubahan cuaca
  3. Tampilan kusen aluminium dapat dicat atau dilapis dengan warna kayu bahkan motif kayu sehingga menyerupai kayu.
  4. Tampilan kusen aluminium dapat dicat atau dilapis dengan warna kayu bahkan motif kayu sehingga menyerupai kayu.
  5. Desain dapat dibuat sesuai pesanan.Keunggulan kusen aluminium adalah bobotnya yang ringan dan kuat sehingga mudah dipindahkan.Perawatannya yang simpel menjadi daya tarik bagi pembelinya disamping kualitas bahan aluminium.
  6. Ekonomis, dalam pengertian biaya proses pembuatan, pemasangan dan perawatan untuk kusen aluminium lebih murah karena lebih tahan lama.

 

b. Kelemahan

  1. Variasi bentuk yang kadang terbatas, karena merupakan standar pabrik, hanya terbatas pada bentuk minimalis dan klasik Eropa.
  2. Pemasangan dengan menggunakan sistem fischer. Teknik ini mengandalkan kekuatan sekrup fischer yang diborkan dan ditanam bersama kusen merapat ke tembok sekeliling kusen pintu yang sudah diplester rapi dan sangat akurat ukuran dan sudut siku-sikunya. Untuk teknik pemasangan ini, apabila terjadi kesalahan dalam pemasangannya maka dapat berakibat fatal.
  3. Cara pemasangan kusen aluminium mengandalkan kekuatan sekrup yang dipasangkan melekat pada dinding menjadikannya harus dipasang dengan presisi dan diplester rapi agar tidak terjadi kebocoran dan kesalahan lainnya. Jangan memilih kusen aluminium yang bermutu rendah, karena dapat mudah memuai saat terjadi perubahan suhu drastis karena kaca yang dibingkai dapat mudah lepas.
  4. Sambungan yang kurang baik pada siku atau kaca dapat menyebabkan air hujan dapat masuk, karena itu faktor penyambungan dan ‘sealant’ atau karet penyekat antara kaca dan alumunium harus dari bahan berkualitas dan tahan lama agar air tidak mudah masuk ke dalam kusen atau ke ruangan. Pada dasarnya masalah sealant ini tidak menimbulkan masalah pada kusen alumuniumnya karena bahan alumunium tidak terpengaruh air.