I.Jasa Hitung RAB Renovasi Rumah

a. Cara Menghitung RAB Renovasi Rumah

Cara membuat RAB renovasi rumah yaitu mengalikan volume pekerjaan dengan harga satuan pekerjaan.
Volume pekerjaan dapat dihitung secara global (keseluruhan luas area yang direnovasi) atau per jenis (item) pekerjaan dalam satuan meter lari (m’), meter persegi (m2), meter kubik (m3), unit, titik (ttk), atau langsam (ls). Sedangkan harga satuan merupakan akumulasi dari biaya/harga material, harga upah pekerja, dan biaya-biaya pendukung lain yang ditetapkan dalam satuan harga per meter persegi (Rp/m).
Cara menghitung RAB renovasi rumah yang biasa digunakan ada dua macam, yaitu:

  1. Estimasi Biaya Kasar

    Penghitungan biaya/harga yang dihasilkan masih berupa estimasi (taksiran) biaya renovasi rumah secara kasar yang diperoleh dengan cara menghitung volume global seluruh area renovasi yang akan dikerjakan lalu dikalikan harga satuan standar sesuai jenis material yang digunakan dan kualitas finishing pekerjaan yang direncanakan.

    Contoh:
    Bila Anda ingin merenovasi dengan standar material kelas Menengah, dimana harga satuan standar yang ditetapkan oleh kotraktor renovasi rumah adalah Rp. 3.500.000,-/m2, bila luas total area yang direnovasi 100 m2, maka taksiran biaya yang dibuat adalah; Luas total renovasi dikalikan dengan harga satuan standar, yaitu; 100 m2 x Rp. 3.500.000,-/m2 = Rp. 350.000.000,-.

    Meskipun kelihatannya cara menghitung dengan estimasi biaya kasar ini mudah dan praktis, akan tetapi pada prakteknya tidak selalu bisa diterapkan untuk semua jenis proyek atau pekerjaan.

    Cara estimasi biaya kasar sangat tidak disarankan untuk pekerjaan yang berupa renovasi rumah karena biasanya estimasi ini diterapkan untuk proyek bangun rumah baru, itupun jika tipe bangunan dan kualitas finishingnya memang betul-betul sesuai dengan yang diinginkan

  2. Estimasi Biaya Terperinci

    Teknik menghitung RAB renovasi rumah dengan estimasi biaya terperinci adalah dengan mengumpulkan data volume dari masing-masing item pekerjaan renovasi yang akan dilaksanakan, lalu dikalikan dengan harga satuan yang disusun dari kombinasi komponen harga material, upah, dan biaya pendukung masing-masing item pekerjaan, misalnya: Pekerjaan renovasi lantai, dibuat dengan menghitung luas area lantai yang direnovasi (dalam satuan meter persegi) dikalikan harga satuan pekerjaan per meter persegi yang disusun berdasarkan analisa penggunaan material (penutup lantai, pasir, semen), upah, dan biaya pendukung lainnya per meter persegi.

    Nilai total biaya renovasi lebih akurat jika menggunakan estimasi biaya terperinci karena perhitungan harga/biaya terperinci didapat dengan cara menghitung volume dan harga dari masing-masing item pekerjaan dari seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan.

    Selain itu, dalam estimasi biaya terperinci biasanya ada perkiraan biaya tak terduga (overhead cost) dan biaya jasa pemborong atau kontraktor yang berkisar antara 10-15 persen.

    Setelah anda mengetahui bagaimana perhitungan RAB dengan estimasi biaya kasar dan biaya terperinci, tentunya dapat disimpulkan untuk pekerjaan renovasi rumah sebaiknya hindari cara menghitung RAB menggunakan Estimasi Biaya Kasar karena hasil perhitungannya hampir dapat dipastikan tidak akan akurat dan kemungkinan besar akan membuat anda kecewa. berikut kami akan memberikan contoh RAB renovasi rumah yang biasa kami buat :

Rincian Anggaran Biaya

itulah  estimasi biaya yang bisa Anda jadikan gambaran untuk biaya renovasi rumah Anda. Anda perlu membuat perencanaan yang matang serta menyiapkan dana yang cukup, maka renovasi rumah Anda akan berjalan lancar dengan hasil yang memuaskan dan jika anda mau renovasi silahkan hubung kami Motekar Jaya kontraktor