Kelebiahan Genteng Metal

Genteng Metal

 

 

I. Genteng Metal

Genteng metal adalah sebuah genteng modern yang biasanya digunakan untuk mengganti genteng dari tanah. Tampilannya mirip dengan genteng lainnya. Hanya jenis bahan dasar yang membedakan.

Perkembangan zaman yang semakin maju, dan tentunya diiringi dengan banyaknya kebutuhan msyarakat akan hal mendirikan bangunan. Saat ini banyak sekali bahan bangunan yang telah menggunakan bahan pengganti seperti tanah liat, kayu dan sebagainya. Salah satunya adalah genteng, bahan bangunan yang satu ini merupakan elemen penting dalam mendirikan bangunan. Jika tidak ada genteng rumah pastinya akan panas kena sinar matahari, hujan dll. Karena hakekatnya rumah adalah sebagai tempat berteduh dari panas dan hujan. Semakin sulitnya bahan pembuat genteng ini maka beberapa produsen alat bangunan semakin maju kedepan dengan mengganti bahan dasar yang sulit di temukan tersebut. genteng metal memang sangat jarang di gunakan saat ini, karena masyarakat Indonesia masih senang menggunakan genteng dengan bahan tanah liat, namun untuk wilayah perkotaan metropolitan tentunya akan lebih memilih Genteng dengan bahan Metal.

 

Genteng metal terbuat dari campuran bahan-bahan logam seperti zincalume, baja ringan, dan galvanis. Bentuk genteng ini berupa lembaran yang memiliki ukuran panjang, lebar, dan ketebalan tertentu. Terdapat dua jenis genteng metal yang umum dijual di pasaran yaitu genteng polos dan genteng berpasir. Keunggulan dari genteng metal berpasir adalah mampu menahan panas matahari dan meredam suara air hujan lebih baik daripada genteng metal yang polos. Namun harga lebih mahal dibandingkan dengan genteng metal polos.

 

A. Kelebihan Genteng Metal

  1. Daya Tahannya Tinggi

Genteng metal mempunyai daya tahan yang tinggi. Bahan atap yang satu ini bersifat antipecah, antijamur, antilapuk, dan antirayap. Dengan karakteristiknya itu, genteng metal bisa dipakai hingga berpuluh-puluh tahun tanpa mengalami kerusakan yang serius. Genteng ini juga diklaim bebas perawatan.

  1. Memiliki Bobot yang Ringan

Karena bentuknya berupa lembaran-lembaran, otomatis bobot genteng metal sangatlah ringan. Rata-rata berat susunan genteng metal yang membentuk luas 1 m2 adalah 7 kg. Coba bandingkan dengan atap beton yang memiliki bobot sekitar 60 kg untuk membentuk luas bidang yang sama. Ini berarti genteng metal aman digunakan dan merupakan pilihan atap terbaik untuk daerah-daerah yang rawan gempa.

  1. Dapat Ditopang dengan Rangka Sederhana

Bobotnya yang ringan juga memungkinkan genteng metal tidak terlalu membutuhkan setruktur rangka atap yang rumit. Biasanya genteng ini dipasang dengan penyangga yang terbuat dari bahan baja ringan. Untuk alasan keindahan, boleh juga Anda menggunakan rangka kayu malahan kebutuhannya bakal lebih sedikit dan semakin hemat.

  1. Pemasangannya Mudah dan Cepat

Genteng metal sengaja dirancang sedemikian rupa oleh pabrik pembuatnya supaya mudah dipasang dengan waktu yang relatif singkat. Anda tinggal menghamparkannya secara teratur di atas rangka atap, lalu menancapkan beberapa buah sekrup. Genteng pun sudah terpasang dengan kuat dan benar. Bahkan genteng metal diklaim pula memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menahan hembusan angin kencang dan guncangan gempa.

  1. Dibandrol dengan Harga yang Cukup Murah

Saat ini, harga genteng metal di Indonesia dibandrol antara Rp30.000-Rp50.000 per lembar tergantung merk, jenis, dan tingkat ketebalannya. Silahkan bandingkan dengan harga bahan-bahan atap rumah yang lain. Ukurannya yang luas juga memungkinkan kebutuhan akan genteng metal untuk menutupi atap bangunan menjadi lebih sedikit. Jadi Anda bisa melakukan penghematan terhadap RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang perlu disediakan.

  1. Tersedia Pilihan yang Beragam

Pilihan genteng metal tidak hanya sebatas genteng yang polos dan berpasir saja. Lebih dari itu, genteng ini juga tersedia dalam berbagai pilihan warna yang menarik. Itulah kenapa genteng metal bisa diaplikasikan di rumah-rumah yang berdesain modern, minimalis, sampai tradisional.

  1. Bersifat Ramah Lingkungan

Genteng metal juga termasuk genteng yang ramah lingkungan. Alasannya tidak lain karena genteng ini terbuat dari bahan-bahan daur ulang yang mencapai 60 persen. Teknologi pembuatannya pun memanfaatkan energi dengan sangat efisien. Bahkan genteng metal yang telah mengalami kerusakan bisa dipakai lagi sebagai bahan dasar pembuatan genteng yang baru.

 

B. Kekurangan Genteng Metal

  1. Interior Terasa Panas

Masalah yang sering dikeluhkan pada rumah-rumah yang beratap genteng metal ialah suasana interiornya terasa gerah, sumpek, dan panas. Hal ini terjadi karena metal merupakan konduktor yang bagus sehingga panas dari terik matahari akan selalu diteruskan ke bagian bawahnya yang bersuhu rendah.

  1. Pengelupasan warna

Kelemahan lain dari genteng metal adalah bahwa warna bisa memudar atau mengelupas, meskipun bertahun-tahun garansi. Anda juga harus memastikan bahwa ketika pemasangan atap menghindari terjadinya goresan.

  1. Menimbulkan bising

Permukaan genteng mudah penyok jika diinjak terutama pada proses pemasangan, dan kebisingan jika terjadi kontak dengan lapisan, antara kelemahan utama. Sebagai contoh, jika terjadi hujan lebat dapat menimbulkan kebisingan pada permukaan atap. Namun hal ini tidak terlalu signifikan karena saat ini produsen telah membuat inovasi untuk mengatasi masalah ini dengan cara permukaan genteng metal dilapisi pasir, batu alam (batu koral). Hal ini dapat meredam suara berisik jika terjadi hujan, agar tidak licin, menahan suhu panas sinar matahari, dan memberikan tekstur tertentu untuk mempercantik penampilan.