I. Perbedaan Galvalum dan Galvanish

 

Perbedaan galvalum

Atap Galvalum

A. Galvalum

Bahan Galvalum merujuk pada material baja dengan pelapisan yang mengandung unsur alumunium dan zinc. Untuk galvalum finishing coatingnya terdiri dari: 55% aluminium, 45% zinc dan sisanya komponen lain.

Karena kandungan alumunium yang tinggi pada Galvalume membuat Galvalume lebih baik untuk daya tahan karat dibandingkan dengan Galvanis.  Namun perlu juga di ingat bahwa Alumunium sangat rentan/tidak tahan terhadap semen dibandingkan dengan Zinc / seng. Dan Alumunium tidak akan berkorban untuk melindungi baja terhadap polutan-polutan karat. Tetapi alumunium jauh lebih tahan terhadap karat dibandingkan dengan Zinc/seng.  Jadi mudahnya kita dapat katakan bahwa Baja Lembaran yang dilapisi alumunium akan sangat tahan terhadap karat tetapi tidak tahan terhadap keropos dibandingkan dengan baja lembaran yang dilapisi oleh seng.

Ada referensi yang menyebutkan bahwa baja ringan Zincalume memiliki ketahanan karat/korosi mencapai 4 kali lipat dibanding baja berlapis Galvanis. Mengapa bisa seperti itu? Sebab, sifat Aluminium yang tahan karat dikombinasikan dengan Zinc yang keras menjadikan kombinasi dari kedua bahan tersebut lebih tahan karat, kuat dan lebih ringan dibandingkan dengan Galvanis.

 

 

perbedaan galvalum dan galvanis

Pipa Holo Galvanis

B. Galvanis

Galvanis adalah suatu proses pelapisan seng pada lembaran baja agar baja tidak mudah berkarat.  Komposisi cairan Galvanis terdiri dari 97% Zinc/seng dan +/- 1% Alumunium sisanya bahan lain hingga 100%.  Dimana bahan-bahan lainnya seperti Silikon (Si), Mangan (Mn), Fosfor (P), dll.

Disini peran Zinc sangat penting dalam melindungi lembaran baja dari polutan-polutan yang dapat menyebabkan karat pada lembaran baja tersebut.  Zinc yg terdapat pada lapisan akan mengorbankan diri agar termakan oleh polutan-polutan tersebut hingga habis dan baru proses karat di mulai. Lapisan tersebut ditujukan untuk mencegah galvanis korosi dan berkarat.

Ada beberapa kasus terjadi karat pada pinggirian baja lembaran yang mengalami proses pemotongan, itu biasa terjadi,tetapi jangan kuatir karat tersebut tidak akan langsung menyerang kedalam plat baja lembaran dikarenakan terlindungi oleh lapisan Galvanis.

Proses pelapisan itu sendiri dapat dilakukan dengan banyak cara, antara lain dengan sistem penghantaran arus listrik yang dikenal dengan Elektro Galvanise, atau pencelupan biasa yang dikenal dengan Hot-dipped Galvanise.  Proses pencelupan galvanis sendiri bisa terbagi 2 yaitu:

  1. Proses pencelupan konvensional, yaitu baja ( biasanya produk jadi ) di celupkan ke dalam cairan timah.
  2. Proses pencelupan continous hot-dipped galvanising yaitu Baja di celupkan ke dalam cairan timah yang berlangsung secara terus menerus tanpa terputus. Plat baja yang di celup adalah plat baja gulungan / coil sehingga pada ujung mesin celup galvanis ini terdapat alat yang dinamakan Incoiler dan Recoiler.

Galvanisasi dengan produk akhirnya yang sering disebut sebagai Galvanis, melibatkan proses elektrodeposisi dan elektrokimia, metode yang paling lazim digunakan saat ini adalah hot-dip galvanisasi, dimana bagian-bagian baja direndam dalam bak seng cair.

Lapisan Zinc / Galvanis banyak digunakan untuk rangka atap dengan penutup atap genteng keramik atau genteng beton, karena bagian nok / bubung biasanya diisi oleh adukan semen (kerpusan).

Tabel perbedaan Galvanis & Galvalume